Iklan “Kaleng” UU Migas

Beberapa hari ini, cukup ramai diberitakan soal gugatan iklan “kaleng” UU migas, yang dimuat di Kompas pada tanggal 9, 17 dan 27 Agustus lalu. Mereka yang menggugat: Kwik Kian Gie, Sri Edi Swasono, Kurtubi, Rizal Ramli dan Marwan Batubara. Lima tokoh itu memang dikenal sangat kritis terhadap kebijakan Pemerintah, khususnya terkait dengan pengelolaan migas nasional.

Apa pasal? Pertama, dari sisi redaksional, iklan itu sama sekali tidak memuat siapa yang beriklan. Ke dua, substansi iklan itu sendiri yang dinilai membohongi publik, karena diduga memutarbalikkan sejumlah fakta tentang UU migas. Untuk diketahui, pemuatan iklan itu memang bertepatan dengan momentum judicial review jilid 2 UU migas di MK, yang diajukan oleh beberapa ormas Islam terbesar: NU, Muhammadiyah, Persis, dll.

Saya sendiri tidak melihat langsung apa isi iklannya. Yang jelas, sekitar tanggal 9 itu juga, saya membaca koran Tempo, yang memuat satu artikel tentang pembelaan terhadap UU migas yang tengah digugat. Artikel itu ditulis oleh ahli hukum dari UI. Substansi isinya: UU migas tidak bertentangan dengan UUD 45, bahkan sejalan, karena BPMIGAS mewakili negara selaku pemilik sumberdaya migas.

Argumentasi bahwa UU migas sejalan dengan konstitusi, khususnya Pasal 33, sebagaimana dinyatakan di dalam iklan “kaleng” maupun di artikel itu, bisa kita kuliti kelemahannya (yang oleh para penggugat itu disebut ‘kebohongan’).

Konstitusi kita jelas menyatakan bahwa sumberdaya migas dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Artinya ada dua tema besar dalam pengelolaan migas yang sejalan dengan konstitusi: pertama, dari sisi kepemilikan serta pengelolaannya oleh negara; ke dua, dari sisi penggunaannya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan orang per orang.

Mari kita lihat. Dari sisi kepemilikan, Pasal 12 ayat 3 UU migas jelas menyerahkan kewenangan pengelolaan migas pada badan usaha atau bentuk usaha tetap (BU/BUT). Artinya, ‘kuasa pertambangan’ jelas sudah ditransfer ke kontraktor sejak awalnya. Lantas apa peran BPMIGAS? BPMIGAS hanya sebuah badan pengendali managemen migas, tetapi secara legal sebetulnya kontraktor sudah memiliki kewenangan tersendiri untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas, berdasarkan UU ini.

Dari sisi penggunaan, lebih terlihat jelas lagi bahwa spirit UU migas sudah jauh menyimpang dari konstitusi. Pasal 28 ayat 2 UU migas menyatakan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) diserahkan ke mekanisme pasar. Meskipun istilah “mekanisme pasar” ini disamarkan dengan istilah “persaingan usaha yang sehat dan wajar”.

Di samping itu, UU migas secara sistematis jelas meminggirkan peran Pertamina sebagai perusahaan milik negara. Padalah, jika kita telaah secara jujur arti kata “dikuasai oleh negara” – yang termaktub di dalam konstitusi itu, maka bukan hanya soal ‘pemilikan’ (mineral right) dan ‘pengelolaan’ (mining right – kuasa pertambangan) sumberdaya migas itu oleh negara, tetapi ‘pengusahaan’nya (economic right) pun oleh negara. Dan negara sudah punya instrumen untuk menjalankan peran ‘pengusahaan’ kekayaan yang dimilikinya, yaitu BUMN.

Apabila, dalam praktiknya, BUMN tadi tidak sanggup melakukan sendiri, maka risiko dan manfaatnya bisa saja dibagi dengan pihak swasta melalui mekanisme kerjasama yang saling menguntungkan. Yang jelas, perusahaan negara tetap memegang kendali, sebagai representasi pemilik sumberdaya alam.

Kedua parameter itu yang tampaknya tidak bisa ditunjukkan oleh si pemuat iklan, sehingga ia memilih untuk ‘bersembunyi’, tidak mencantumkan identitasnya dalam iklan itu. Atau, jangan-jangan para tokoh penggugat itu benar: ada pembohongan publik dan pemutarbalikan fakta di sana?

14 thoughts on “Iklan “Kaleng” UU Migas

  1. Saya kebetulan tidak ikut membaca iklan kaleng tersebut sehingga tidah paham bagaimana detailnya. Akan tetapi yang kini memang jadi sorotan sejumlah pihak memang UUD Migas yang dinilai telah bertentangan dengan UUD 1945.
    Padahal saya yakin Pertamina sebenarnya mampu kok mengurusi semua itu. Termasuk dalam mengelolanya sehingga benar2 dapat sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat

      • SDM kita “belum” mampu pak. orang indonesia yang ahli udah pada kerja di petronas dll karena mereka mampu bayar mahal pekerjanya. sedangkan pertamina ga mampu bayar mahal. Resiko perusahaan migas juga sangat besar dan misal pertamina mengelola sendiri, saya kira tidak berani mengambil resiko apalagi yang offshore.
        Ujung-ujungnya duit ini.

  2. Tinggal tanya aja ama pihak kompas siapa sih nyang bayar iklan tgl tersebut???
    Ato emang hal itu perlu syarat-syarat tertentu???
    Wah-wah…lumayan Reruwed ternyata….
    Klo melihat fakta yang ada…saya pengen amandemen UUD 1945 pasal 33 ayat 3, dari
    Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
    menjadi
    Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran seluruh oknum yang menguasai negara dan sisanya untuk sebesar-besar kemakmuran seluruh rakyat Indonesia..
    jadi biar singkron dengan fakta yg ada…kan biar gak nyesek denger/liadddnya..he..he..he..

    • Dari informasi yg ada, salah seorang tokoh nasional sudah meminta klarifikasi ke media ybs. Tapi tampaknya tdk mendapatkan respon, sehingga muncullah rencana gugatan tsb.
      Btw, idenya bagus jg ka, mendekatkan konstitusi dg realitas..🙂

  3. Thanks Casdira atas respon di milis PPSDMS, saya mendengar soal keributan keputusan MK seputar BP Migas, dan karena tidak paham peta masalah, diam untuk membaca dulu opini dari praktisi.

    Kalau dari kondisi sekarang, bola akan bergulir kemana menurut pandangan kamu ?

    Terima kasih lagi atas tulisannya yak

  4. “A leader in well testing and early production facilities for the oil & gas industry”

    As a group company with world-class capabilities in well testing and fluid, our top priority is to offer the best service for business-based energy and resources in Indonesia. Dwipa Group was established as a company providing Non Destructive Testing for the oil and gas industry. We believe that through commitment, determination and passion for growth, opportunities are endless.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s