Wikipetronomic?

Di era web 2.0 ini, kita tengah menyaksikan ribuan, bahkan jutaan, orang berduyun-duyun menulis, menyampaikan informasi, baik dalam bentuk gambar maupun video, berbagi gagasan, menunjukkan kreativitas, saling mengkritisi secara bebas dan terbuka, membentuk asosiasi-asosiasi serta even-even, di dalam dunia maya. Kehadiran situs jejaring facebook, misalnya, telah menarik jutaan masyarakat dari berbagai lapisan untuk ambil bagian di dalam arus ide dan informasi itu secara proaktif.

Model web 1.0, dimana kita hanya secara pasif melihat dan mengunduh informasi yang ada di situs, kini memang telah berlalu. Lihatlah Wikipedia, sebuah ensiklopedi maya yang kontennya dibuat bersama oleh ribuan orang yang dengan sukarela menuliskan gagasan dan berbagi ilmu pengetahuan, saling mengoreksi dan melengkapi. Hingga kini, Wikipedia memiliki jutaan halaman yang tercipta dari hasil kolaborasi unik komunitas web 2.0. Jika dibandingkan, konon, koleksinya sudah jauh melampaui perpustakaan Alexandria sekalipun.

Linux, icon piranti lunak open source, bahkan lebih “ajaib” lagi. Ribuan orang yang tidak pernah bertatap muka sebelumnya, ternyata mampu berkolaborasi menciptakan produk berupa sistem operasi yang, hanya dalam hitungan beberapa tahun, mampu merebut lebih dari 20% pangsa pasar Windows. You-tube, MySpace, Kompasiana, adalah contoh lain dari sebuah paradigma baru bagaimana kolaborasi antar manusia terjadi, berkat web 2.0.

Kolaborasi semacam ini tengah mengubah paradigma bisnis modern menuju ke arah: keterbukaan, peering, berbagi dan bertindak global. Don Tapscott menyebut era bisnis semacam ini dengan istilah “wikinomic”: sebuah metafora model kegiatan ekonomi kolaboratif a la Wikipedia.

Berangkat dari satu keyakinan bahwa ada ribuan manusia berbakat di luar dinding perusahaan yang bisa dimanfaatkan, maka prinsip keterbukaan, peering (tidak bersifat hierarkis), berbagi dan bertindak gelobal menjadi niscaya bagi perusahaan yang tidak ingin tertinggal. Paradigma klasik: “pekerjakan orang-orang terbaik di dalam perusahaan anda”, memang masih cukup valid untuk memajukan sebuah perusahaan, tetapi kini tidak lagi menjadi sepenting sebelumnya. Kini, perusahaan dapat memanfaatkan ribuan bakat di luar sana secara mudah, berkat web 2.0. Pertanyaannya, bisakah kolaborasi unik model web 2.0 ini diterapkan di dalam sektor riil?

Dalam bukunya, Wikinomic, Don Tapscott meyakinkan bahwa sebuah pabrik kolaboratif pun bisa diciptakan. Boeing dan BMW sudah mencontohkan, bagaimana paradigma web 2.0 ini bisa diterapkan di sektor ril, bukan hanya dalam bentuk bit dan byte di dunia maya. Kuncinya adalah sebuah produk harus dirancang dalam bentuk modul-modul yang bisa dikerjakan secara terpisah, dan pengembangan dalam satu modul tidak akan mengganggu performance modul lainnya secara keseluruhan.

Boeing kini mempercayakan banyak komponen pesawatnya ke ratusan perusahaan pemasok, tanpa intervensi berlebihan dari Boeing sendiri – hal yang berbeda dari periode sebelumnya dimana para pemasok hanya diperlakukan sebagai “mesin pencetak”. Kini, bahkan pemasok dilibatkan dalam pengembangan desain sejak awal. Keyakinan bahwa ada ribuan bakat di luar dinding perusahaan yang bisa dimanfaatkan untuk perusahaan, terbukti membawa keunggulan bagi Boeing yang sempat sebelumnya tersisih oleh Airbus. Dengan mempercayakan banyak komponen pesawatnya pada hasil kolaborasi para pemasok, Boeing kini lebih fokus bagaimana membuat time schedule pembuatan pesawat lebih cepat dan memperhatikan fitur-fitur yang vital bagi kenyamanan pengguna. BMW pun melakukan hal serupa. Komponen mekanik mobil sepenuhnya diserahkan kepada para pemasok yang memang dilibatkan sejak pengembangan desain, sementara BMW sendiri fokus pada komponen dan fitur-fitur elektronik yang dapat meningkatkan kenyamanan berkendara.

Goldcorp, sebuah perusahaan tambang emas di Red Lake, Kanada, juga telah jauh-jauh hari menerapkan paradigma web 2.0 ini. Tahun 2000 silam, McEwen, CEO Goldcorp, memutuskan untuk mengadakan “sayembara” terbuka guna mencari sumberdaya emas baru di lahan tambang mereka yang sudah terancam tutup karena kehabisan cadangan emas. McEwen telah mendobrak pakem lama bahwa data geologi adalah aset rahasia perusahaan yang sangat bernilai, eksklusif, dan karena itu tabu untuk di-publish. Goldcorp malah meng-upload data geologi mereka dan membiarkan komunitas geoscientist dari seluruh dunia melihat, mengunduh, mengolah dan memodelkan data mereka, untuk berkompetisi menemukan cadangan emas baru bagi perusahaan, dengan hadiah US$ 575,000. Dalam even itu, tidak kurang dari 1000 prospektor dari 50 negara terlibat.

Hasilnya luar biasa. Para kontestan telah menemukan 110 titik prospek tambang emas, 50% di antaranya bahkan belum pernah teridentifikasi sama sekali oleh perusahaan. Dari hasil kolaborasi para kontestan itu, ditemukan sedikitnya 8 juta ons emas. Itulah hasil pemanfaatan ribuan bakat di luar dinding perusahaan.

9 thoughts on “Wikipetronomic?

  1. Web 2.0 hidangan yg menarik….. makanya sy mau mengambil lebih dalam lg tuh tulisan… yah biarpun tuk sekarang blm kesampaian penerapanya… minimal tahu dulu.. he2.. tapi ada rencana kedepan tuk bisa lebih optimal…. bener ga mas?

  2. benar2 era zaman informasi semakin terbuka lebar. Bahkan perpustakaanpun sekarang tidak mau ketinggalan kang akan hal itu. Ketika web.20 sedang berkembang luas, kini juga muncul juga library 2.0.

  3. Istilah keren menggabungkan sumber-sumber daya yang ada adalah konvergensi. Sedangkan dalam kehidupan nyata kita di Indonesia, antar instansi, antar sektor masih egois dan mau menang sendiri. Bukan konvergensi, namun konmati (silakan mati saja). Hehehe.

    • Konjebur ning laut..🙂
      Ya, memang masih belum sepenuhnya “applicable” di negara ini, tapi saya kira utk beberapa sektor ekonomi sudah bisa dilakukan, termasuk industri migas kita.

  4. “A leader in well testing and early production facilities for the oil & gas industry”

    As a group company with world-class capabilities in well testing and fluid, our top priority is to offer the best service for business-based energy and resources in Indonesia. Dwipa Group was established as a company providing Non Destructive Testing for the oil and gas industry. We believe that through commitment, determination and passion for growth, opportunities are endless.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s