Kematian, Berita Kematian

Dalam perjalanan pulang tempo hari, saya merasakan tekanan psikologis yang cukup kuat. Atau lebih tepatnya: merinding!  Pasalnya, pesawat yang saya tumpangi, masuk ke belantara kabut awan yang pekat dan luas. Hampir setengah jam saya tidak bisa melihat warna lain di luar jendela, selain putih. Kadang kehitaman. Boro-boro melihat laut dan kepulauan di bawah sana, warna langit pun tak tampak. Pesawat bergetar sepanjang itu. Hanya sesekali tenang. Orang bilang, cuaca di atas Singapore-Batam memang sering bergolak.

Celingak-celinguk kanan-kiri-depan-belakang, saya lihat ada penumpang yang khusuk, entah tidur atau sedang berdoa. Yang lain asik ngobrol. Sebagian sambil baca koran dan cuek. Saya sendiri masih merinding, membayangkan berbagai kecelakaan pesawat beruntun sepanjang beberapa tahun terakhir. Jangan-jangan, pesawat ini korban selanjutnya. Naudzubillah! 

Dalam ketakutan seperti itu, saya masih sempat merenung. Berikut beberapa hasil renungan saya waktu itu. Pertama, jangan-jangan, seperti yang disampaikan oleh Hadits Nabi, saya termasuk orang yang mengidap penyakit “wahn”: cinta dunia dan takut mati. Innalillahi. Nalar saya memang membenarkan dan menganggap wajar, bahwa kebanyakan orang pasti takut menghadapi kematian. Dan juga wajar, bahwa sebagian besar orang mencintai dunia. Tetapi tuntunan agama mengajarkan lain: bahwa kedua ciri itulah yang menyebabkan lemahnya umat ini.

Agama juga menasehati kita, bahwa ada dua pengingat bagi manusia di dunia ini. Pertama adalah pengingat yang bicara, yakni Al-Quran. Yang ke dua adalah pengingat yang diam, yakni kematian. Dengan dua pengingat ini, seharusnya sudah cukup bagi kita untuk selalu siaga dalam menghadapi kematian yang bisa datang kapan pun. Semakin siap kita, semakin tidak takut kita menghadapi kematian. Sebaliknya, semakin larut kita dalam gemerlap prestasi dunia, semakin lalai kita, dan semakin takut meninggalkan dunia ini. Dan tampaknya itu masih menjadi masalah bagi saya pribadi. Saya berharap dengan menuliskan kekhawatiran yang paling dalam ini, saya pribadi bisa lebih baik ke depan.

Ke dua, bahwa kematian memiliki arti yang amat besar bagi seseorang. Kematian adalah pemutus bagi segala keterkaitan kita di dunia ini. Selamanya! Harta, anak, isteri, jabatan, teman, hobi, kampung halaman, prestasi, blog, facebook, dan semuanya. Akan tetapi, sadarkah kawan, bahwa kematian kita itu hanya sebuah berita kecil di dunia ini. Sudah terlalu banyak berita kematian yang kita dengar, entah akibat pembunuhan, kecelakaan, bencana, wabah, perang, terorisme, dan sebagainya. Semuanya berlalu begitu saja.

Saya berpikir, waktu itu, bahwa jika terjadi kecelakaan pesawat, mungkin orang di bawah sana akan terperangah. Tapi kemudian, dua atau tiga hari berlalu, semuanya telah dilupakan. Sementara bagi yang meninggal, itu adalah awal dari penyesalan, dan itu adalah akhir dari semua impian. Sebagaimana juga dengan korban gempa di Padang. Saat ini mungkin orang masih berduka cita.  Tapi mari kita lihat satu atau dua tahun ke depan. Semua orang akan melupakan, sebagaimana dahsyatnya tsunami Aceh yang tinggal sejarah itu.

20 thoughts on “Kematian, Berita Kematian

  1. Kematian adalah sebuah kepastian yang kita akan tau nanti posisi kita di alam akherat. baik atau buruk
    memang kita harus sadar diri dan kita memang masih harus memperbaiki diri terus agak sulit memang tapi minimal ada niat dan mau bergerak

  2. Salam Hangat Om.
    Wah..ngeri juga nih pagi-pagi gini cerita soal kematian.
    BTW untuk renungan itulah hal yang sangat ditakutkan manusia,,mengapa..? terbukti kalo seseorang sakit..pasti cepat berobat.
    Namun itu adalah kehendak sang Kuasa.
    Jadi semoga kita diberikan selalu kesehatan dan umur panjang.Amiin

  3. semua dari Allah dan akan kembali kepada Allah, salam kenal yah…btw boleh tukeran link nggk? link kamu sudah saya tambahin, link balik yah.. tq

  4. “Saya berpikir, waktu itu, bahwa jika terjadi kecelakaan pesawat, mungkin orang di bawah sana akan terperangah. Tapi kemudian, dua atau tiga hari berlalu, semuanya telah dilupakan. Sementara bagi yang meninggal, itu adalah awal dari penyesalan, dan itu adalah akhir dari semua impian.”

    Benar sekali… -___-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s