Merujuk Pada Tujuan Akhir

Masih merefer ke buku 7 Habits, kebiasaan ke dua untuk menjadi manusia yang efektif adalah “merujuk pada tujuan akhir”. Dalam banyak literatur pengembangan diri, istilah ini lazim disebut sebagai visi. Ya, visi – misi hidup kita selama di dunia ini. Kebanyakan dari kita mengetahui akan kaidah ini, bahwa setiap orang, khususnya yang mau benar-benar jadi “orang”, haruslah memiliki visi hidup yang jelas. Sayangnya, hanya sedikit dari kita yang benar-benar menyusun visi – misi hidup dengan jelas, apalagi sungguh-sungguh melaksanakannya. Prinsip “hiduplah mengalir apa adanya” masih menjadi teman setia banyak orang.

Saya tentu tidak akan mengajari anda bagaimana menyusun visi – misi hidup. Saya yakin, selain anda bisa menyusunnya sendiri, setiap kita juga punya prinsip, pandangan atau tujuan yang berbeda. Saya hanya akan menambahkan satu lagi pertimbangan bagi anda dalam menyusun visi – misi hidup itu.

Covey mengawali penjelasannya dengan sebuah ilustrasi. Di sini saya akan menuangkannya dalam bahasa saya sendiri. Tentunya dengan sedikit modifikasi.

Bayangkanlah sebuah rumah duka yang sedang ramai dikerumuni orang. Sebuah peti mati berada di tengah-tengah kerumunan itu. Anda mencoba mendekat, dan hendak membuka peti mati itu. Ternyata anda melihat, bahwa jasad yang ada dalam peti mati itu adalah anda sendiri. Anda mungkin kaget, dan melihat sekeliling. Tampak seseorang sedang memimpin acara pelepasan jenazah anda itu. Sebelum diberangkatkan ke pemakaman, beberapa orang yang hadir di situ dimintai kesaksian, atau kesan-kesan selama mereka mengenal anda. Masing-masing mewakili keluarga, sahabat, atasan atau rekan kerja, teman sekolah, teman organisasi, tetangga, dan sebagainya.

Dimulailah dengan perwakilan keluarga yang bicara, kemudian sahabat, dan seterusnya. Karena anda sudah meninggal, anda tentu tidak lagi bisa membantah apa yang mereka katakan tentang anda. Dan di situlah saat yang tepat untuk melihat gambaran diri kita sesungguhnya. Anda ingin mereka mengatakan apa tentang anda sesaat setelah kematian itu? Kesan apa yang ingin anda tinggalkan bagi orang-orang di sekeliling anda itu?

Jawaban dari pertanyaan itu akan membuat kita menemukan pertanyaan lain yang lebih mendasar: (a) menjadi seperti apa kita seharusnya?  (b) apa sesungguhnya yang harus kita lakukan selama hidup ini? Dan jawaban dari pertanyaan ini akan membuat kita bisa menyusun visi – misi hidup yang lebih mendasar.

Bagi kita sebagai manusia yang beragama, ilustrasi di atas tentu sangat relevan. Bahkan agama sendiri mengajarkan visi yang lebih jauh, bukan hanya sesaat setelah kematian, melainkan kehidupan pasca kiamat nanti: surga atau neraka?

21 thoughts on “Merujuk Pada Tujuan Akhir

    • Lebaran telah tiba !!!..

      Sebulan sudah kita jalani Ramadhan ber­sama
      Malam peng­hujung hari yang indah ini
      Gen­derang Per­ang sudah di tabuh.
      Pekik Kemenangan dikuman­dangkan
      Alunan Nada Pengagungan dinyanyikan
      Suara Riang Gem­bira ber­keliling kota
      Ramadhan dengan segala per­nik­nya telah kita lewati bersama

      “”“Demi Masa sesung­guh­nya manusia itu merugi”””

      Mudah mudahan Jerit kemenangan ada dalam diri kita semua
      Sebab tiadalah semua ini kecuali kem­bali kepada Fitrah Diri
      Mari ber­sama kita saling men­sucikan diri menuju Illahi Robby
      Mem­ber­sihkan diri melang­kah menemukan diri sebenar diri
      Mulai meng­ham­piri DIA tulus ikh­las karena CINTA
      Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
      Bebenah dan jadikan momen­tum kemenangan ini
      Men­jadi Manusia seutuh­nya meliputi lahir bathin
      Dahulu datang putih suci ber­sih
      Mudah mudahan kem­bali suci putih ber­sih
      Tiada kata yang ter­ung­kap lagi
      Mari kita ber­sama menyam­but hari yang FITRI
      Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
      Taqoba lallahu min­naa wa min­kum
      Shiyamanaa wa shiyamakum
      Minal ‘aidin wal faizin
      Mohon maaf lahir dan batin

      Dari :
      ” Kang Boed Sekeluarga “

      Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
      ‘tuk Sahabat Sahabat­kuku terchayaaaaaaaank

      I Love U fuuulllllllllllllllllll

      • Satu kata yang tiada ter­gan­tikan
        Kata MAAF nan tulus dan ikh­las
        Keluar dari lubuk hati ter­dalam
        Ter­selip khilaf dalam can­daku,
        Ter­gores luka dalam tawaku,
        Ter­belit pilu dalam ting­kahku,
        Ter­sing­gung rasa dalam bicaraku.
        Buruk laku tin­dak tan­dukku
        Hanya Harap dan MAAF ter­ucap
        Mudah mudahan esok lebih baik
        Saat Hari Kemenangan telah tiba,
        Semoga diam­puni salah dan dosa.
        Mari ber­sama ber­sihkan diri,
        Mur­nikan Jiwa dalam geng­gaman­NYA
        sucikan keping hati di hari nan Fitri.
        Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
        Taqoba lallahu min­naa wa min­kum
        Shiyamanaa wa shiyamakum
        Minal ‘aidin wal faizin
        Mohon maaf lahir dan batin

        Dari :
        “Kang Boed Sekeluarga”

        Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
        ‘tuk Sahabat Sahabat­kuku ter­chayaaaaaaaank
        I Love U fuuulllllllllllllllllllll

  1. Assalamualaikum Wr.Wb.
    Perlahan namun pasti postingan ini saya tulis,Kata demi kata dipersiapkan agar enak dibaca dan dihayati,Hari yang selalu dinanti sudah di hadapan,hari yang Akbar yang sangat didambakan setiap insan.Idul Fitri 1430 H telah tiba.Hari dimana kita kembali kepda Fitrah Nya.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Kami sekeluarga Mohon maaf lahir dan bathin,Apabila ada kata di postingan atau dikomentar yang kurang berkenan dihati Anda.
    Kami sekeuarga
    Dadang Supriadi
    http://dadangsupriadi.wordpress.com
    Wassalam.

  2. benar bahwa kita harus punya visi dan misi hidup.. dan bersamaan dengan itu saya selalu tanamkan dalam diri bahwa saya hidup untuk hari ini..mkin dengan itu saya selalu bersyukur dan bahagia menjalani setiap hari yang dilewati.. tapi sebagai manusia tentu saja saya juga kadang lalai.. salam kenal ya..

  3. Assalamu’alaikum,
    Untuk lisan yang mungkin telah salah berucap, Untuk janji yang belum dan tidak bisa ditepati. Untuk prasangka yang kadang timbul dihati. Untuk komentar yang kurang berkenan, yang ungkin pernah saya berikan, dengan setulus hati, saya mohon di maafkan lahir batin. Saya dan keluarga mengucapkan, Selamat Idul Fitri, 1 Syawal 1430 H. (Dewi Yana)

  4. Selamat idul fitri.
    Semoga kita semua keluar sebagai pemenang setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
    Mohon maaf jika selama ini ada salah dan khilaf.
    Taqoballahuminna wa minkum. Minal aidzin wal faizin.

    Jangan lupa zakat fitrahnya!.

  5. Langit lebaran telah dibentangkan
    bumi lebaran telah dihamparkan
    kudoakan hatimu seluas langit dan bumi
    cukup untuk menampung dan mengampuni
    semua tindakanku padamu yang menyakiti

    Idul fitri telah menghampiri
    para pecinta Tuhan sejati
    yang sebulan memberi bukti
    dengan amalan tanda berbakti
    pada Ilahi yang Mahasuci
    Mohon dirimu sudi melengkapi
    dengan mengampuni segala salah
    yang kuperbuat selama ini

    ruanghati.com

  6. Benar mas, pembelajaran menyusun visi memang tidak diajarkan di sekolah namun saya mencobanya ke siswa-siswa saya dan hasilnya ada.

    Kita memang harus punya tabungan masa depan, namun sering kali dilupakan orang karena sibuk mengurus tabungan dunia.

    Selamat Idul Fitri 1430 H, Mohon maaf lahir dan batin.

  7. Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

  8. Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuullllllllllllllllll

  9. Ass Wr Wb. Semalam aku mimpi bertemu aladin & lampu wasiatnya… Aku minta mobil, dikasih mobil… Aku minta motor, dikasih motor… Trus aku minta rmh, dibuatin rmh. Begitu aku minta THR, eh malah disuruh hub blog ini . Met lebaran boz, Maaf lahir batin, sukses & sehat selalu, amien.

    “Hadianiarrahmi”

  10. Di pagi aku ingin katakan kepadamu sahabat yang kucintai
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H, Mohon Maaf Lahir Dan Batin
    “Taqabbalallahu minnaa wa minkum. Taqabbalallahu yaa kariim. Waja’alnallah. Wa iyyakum minal ‘aidiin wal faa iziin..
    Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Dan Batin”

    Amir azzam

    ==================================================
    Ditunggu kedatangannya untuk silahturahim

  11. Ping balik: Membangun Mimpi di 2010 « Mengais Makna Dalam Kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s