Arti Penting Sektor Pertanian

Judul tulisan ini memang terkesan klise. Siapa sih, yang menganggap sektor ini tidak penting? Wong, kita makan dari produk pertanian, kok. Pakaian kita juga produk pertanian. Kita tinggal di rumah, dibangun dengan rangka kayu, juga produk pertanian.

Terkait dengan postingan sebelumnya, bahwa sektor pertanian masih terpinggirkan, maka di sini saya mengingatkan kembali pentingnya sektor pertanian dalam perekonomian. Anggap ini just remind saja, karena saya hanya mengulasnya secara teoritis (mengacu pada teorinya Kuznet, 1964). Berikut ini beberapa peran penting sektor pertanian dalam perekonomian:

Pertama, kontribusi produk. Kita tahu, bahwa produk-produk pertanian adalah input bagi sektor-sektor lainnya. Kapas adalah input bagi industri tekstil. Karet adalah input bagi industri GT Radial. Jeruk adalah input bagi ale-ale. Dan sebagainya. Berkembangnya sektor pertanian akan men-trigger sektor-sektor lainnya. Karena itu, stupid kalau  kita mengembangkan industri yang sarat impor bahan baku, sementara produk-produk pertanian kita dijual mentah-mentah. Giliran krisis nilai tukar, semua industri itu collaps.

Ke dua, kontribusi pasar. Tidak akan ada yang menyangkal, bahwa keluarga petanilah yang menghuni sebagian besar bumi nusantara ini. Mereka mampu menyerap produk-produk industri, dan sektor-sektor lain tentunya, dalam volume yang sangat besar. Karena itu, mengembangkan sektor pertanian, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan mereka, akan memperbesar kapasitas serap mereka terhadap produk-produk dari sektor lain. Efek daya serap pasar ini luar biasa bagi perekonomian, khususnya di Indonesia, yang sebagian besar komponen PDB-nya ditopang oleh konsumsi.

Ke tiga, kontribusi faktor produksi. Kontribusi faktor produksi ini ada dua. Yang pertama adalah tenaga kerja. Kita tahu bahwa angkatan kerja kita, dari sekitar 100 jutaan lebih, didominasi oleh pekerja sektor pertanian (sekitar 42%). Kelebihan tenaga kerja ini bisa dimanfaatkan oleh sektor-sektor lain. Yang ke dua adalah modal. Surplus market dari pertanian juga bisa dimanfaatkan oleh sektor-sektor lainnya. Pendapatan petani yang semakin baik, akan membuat tabungan mereka meningkat. Ini tentu merupakan sumber investasi yang potensial.

Ke empat, kontribusi devisa. Indonesia memang terkenal dengan ekspor bahan-bahan mentah. Karet, sawit, teh, kopi, lada, tembakau, dan sebagainya. Meski kontribusinya masih relatif kecil dibanding sektor lainnya, misalnya pertambangan atau industri, bahkan TKI, tetapi jika agroindustri kita kembangkan, tentu itu akan memberikan kontirbusi yang signifikan terhadap perolehan devisa. Kecuali jika kita terus mengabaikan sektor pertanian dan tidak ada niatan yang sungguh-sungguh mengembangkan agroindustri, ya wallahu a’lam.

Di luar fungsi-fungsi normatif sektor pertanian itu, sekali ini saya tekankan, bahwa pertanian adalah backbone dari ketahanan pangan kita. Mengabaikan sektor ini adalah satu taruhan yang besar. Resikonya negara ini bisa bangkrut. Kecuali, sekali lagi kecuali, kalau kita memang mampu menjadi negara superpower dalam teknologi, semisal Jepang.  

18 thoughts on “Arti Penting Sektor Pertanian

  1. Salam bahagia, saya setuju mas, sektor ini memang penting persoalannya bagaimana agar generasi mudah lebih tertarik untuk
    terjun pada sektor pertanian dan tidak banyak jadi TKI keluar negeri

  2. Benar, kita ini hidup dari peranian, semoga pemerintah memberi prioritas pembangunan pada sektor ini, membangun irigasi, menghutankan kembali bukit dan gunung-gunung, agar sumber air terus menerus mengalir, sehingga sektor ini tidak pernah kekurangan air. Menjaga ketersediaan pupuk dan menghindari dan mengantisipasi pupuk palsu, yang menyebabkan padi dan tumbuhan lain kurus dan rentan penyakit. banyak lagi. hehehe.

  3. Semoga sektor pertanian lebih diperioritaskan sama pemerintah,
    Dengan demikian kita harus bisa menjadi penghasil utama dari pertanian,
    Dan bisa menguasai dunia

  4. Disebuah permainan game online yang ebrnama Age Of Empires pertanian merupakan pemegang peranan sangat penting dihampir setiap jaman… ini menunjukkans ekali jika sekotr pertanian diperhatikan begitu juga para petani maka suatu negara Insya Allah akan makmur dan maju

  5. Benar mas, bukan klise. Beberapa hari ini kami di sekolah pada pelajaran IPA juga sedang membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan pemanfaatan limbah untuk meningkatkan produksi pertanian bahkan kami sedang berusaha mencari beberapa buah lokal yang sudah hampir punah dipikirkan untuk dibudi dayakan guna menyaingi buah produk impor meskipun baru bisa membahasnya dari segi teori saja namun rupanya ilmu yang sangat sederhana ini mampu membuat siswa berpikir untuk mencintai hasil perkebunan dan pertanian daerah.

  6. Aku jugalahir dari seorang petani, sekolah dari hasil tani,,, dan memang sudah saat kita semua sekarang berbuat sesuatu untuk para petani, karena sebagian besar petani kita adalah petani traddisional, dan petani masih sulit untuk beralih ke petani yang modern karena petani masih sulit menerima hal yang baru

  7. Pemerintah lebih berpihak pada para tengkulak dari pada petani, banyak kebijakan yang membuktikan kurang seriusnya pemerintah untuk meningkatkan sektor ini, akhirnya banyak anak petani lebih memilih sebagai TKI dan buruh di luar negeri dengan menjual sawah mereka, TRAGIS

  8. mas….sebenarnya sektor pertanian itu bagian dari petani atau sebaliknya (petani bagian dari sektor pertanian)???/atau juga mana yang lebih dulu muncul, sektor pertanian ato petani???

    • Petani adalah bagian dari sektor pertanian. Mana yg lebih dulu? Yg ini bingung jawabnya..🙂
      Mungkin begini, sektor pertanian ada, karena ada manusia yg bertani.. Tidak ada sektor pertanian tanpa petani. Pun sektor pertanian ada pada saat manusia petani itu ada, jadi simultan, tidak urut kacang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s