Tragedi Brain Drain di Dunia Muslim

Tragedi Brain Drain ialah berpindahnya sejumlah SDM yang unggul dari negara asalnya menuju negara lain yang lebih maju. Mereka terdiri dari para dokter terlatih, para teknisi berpengalaman, para mahasiswa terbaik, para pakar IPTEK, dan sebagainya. Negara-negara yang menjadi tujuan hengkangnya SDM-SDM terbaik itu antara lain: Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, Jepang, Prancis dan Jerman.

Tragedi brain drain banyak menimpa negara berkembang. Dampaknya bukan hanya kehilangan aset negara yang berharga, tapi juga kehilangan potensi ekonomi yang cukup besar. Berikut beberapa contoh tragedi brain drain dari dunia muslim.

MESIR : Dalam masa 10 tahun saja (1970 – 1980), telah kehilangan 950 orang yang berhasil meraih gelar doktor dalam berbagai profesi yang sulit diraihnya. Mereka menolak kembali ke negeri asalnya setelah selesai studi di AS.

PAKISTAN : 3000 dokternya bekerja di luar negeri, sementara jumlah dokter di Pakistan tak lebih dari 15.600 orang. Di Pakistan pada masa itu satu orang dokter bekerja rata-rata untuk 7400 orang masyarakat, bahkan hingga 1:25.000 di daerah pedalaman. Bandingkan rasio ini untuk AS pada masa yang sama, satu orang dokter bekerja rata-rata untuk 400 orang!

NEGERI MAGRIBI (AL-JAZAIR, TUNISIA, MAROKO) : dari Negara-negara ini, jumlah dokter yang bekerja di Prancis melebihi jumlah dokter yang bekerja di negara asalnya masing-masing.

SURIAH, IRAN, TIMUR TENGAH : sampai tahun 1970, total 4000 orang dokter bekerja di Inggris (49% dari Suriah, 39% dari Iran, 12% dari Timur Tengah) dan pada tahun 1971, 2.200 dokter dari Timur Tengah pindah ke Jerman.

IRAK : 81-82% dari mahasiswanya yang diutus oleh pemerintah menolak pulang kembali.

Banyak faktor yang bisa menyebabkan brain drain, yang bisa kita kategorikan menjadi dua : (1) faktor pendorong, (2) faktor penarik. Faktor pendorong adalah kondisi internal, baik persoalan individu (minat, motivasi, faktor keluarga, dsb.) maupun lingkungan (infrastruktur, insentif, pengakuan, dsb.) tempat dia berasal. Sementara faktor penarik adalah masalah insentif yang dijanjikan oleh berbagai negara maju yang bersangkutan, baik yang secara secara langsung ditawarkan, maupun tidak.  

Berikut ini beberapa contoh faktor pendorong terjadinya fenomena brain drain di Indonesia, khususnya terkait dengan hengkangnya para pakar IPTEK:

  • Kelembagaan IPTEK yang masih lemah.
  • Hasil kerja para ilmuwan yang kurang dihargai.
  • Anggaran IPTEK yang tidak proporsional, sangat kecil.
  • Gaji ilmuwan sangat tidak memadai jika bandingkan dengan kompetensi yang dimiliki, terutama yang tersebar di lembaga-lembaga riset pemerintah dan universitas.

Brain drain jelas sangat merugikan negara yang ditinggalkan. Seandainya para pemimpin negara-negara muslim tersebut mampu mengelola SDM yang mereka miliki, tentu kondisinya akan jauh lebih lebih baik dibandingkan saat ini. Kita bisa melihat, dari rahim mereka, lahir beberapa ilmuwan muslim yang sangat berprestasi di bidangnya, antara lain:

  • Prof. Muslim Muhammad; wakil ketua jurusan rekayasa tenaga atom di Universitas Wisconsin, AS.
  • Prof. Abdul as Salam; peraih nobel di bidang fisika nuklir.
  • Prof. Faruq Elbaz; ahli geologi bulan, telah membantu dengan tepat penentuan tempat mendarat antariksawan pertama yang mendarat di permukaan bulan.
  • Prof. Yahya al-Masyad; guru besar ilmu nuklir di paris.
  • Prof. Basuni; guru besar perundangan kriminil Negara-negara Islam.
  • Prof. BJ Habibie; professor di bidang teknologi kedirgantaraan, sang Mr. Creek dan mantan vice president MBB-Jerman. Perintis teknologi pesawat terbang nusantara, yang telah berhasil membuat pesawat N250 dengan kualitas setingkat Boeing.

Mungkin masih banyak ilmuwan muslim lainnya yang belum disebutkan. Andai saja mereka bersatu padu membangun sinergi kekuatan, khususnya dalam pengembangan sains dan teknologi, tentu kondisi negara-negara muslim akan lebih bermartabat di mata dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s